Tangkal Paham Radikalisme, Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim Gencarkan Patroli Dialogis di Objek Vital


SANGATTA – Personel Kompi 3 Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Kaltim melaksanakan kegiatan patroli keamanan guna mengantisipasi penyebaran paham radikalisme di wilayah hukumnya, Selasa (24/03/2026). Personel dikerahkan untuk menyisir objek vital dan pusat aktivitas masyarakat, dimulai dari Dermaga Tepian Teratai. Di lokasi tersebut, petugas menemui Bapak Imron, salah satu pekerja dermaga, untuk memberikan imbauan agar masyarakat senantiasa waspada terhadap gerakan atau paham yang dapat meresahkan serta segera melapor kepada patroli Brimob jika menemukan aktivitas yang mencurigakan di area pelabuhan.

Sasaran patroli kemudian berlanjut menuju Kantor PLN untuk memastikan keamanan fasilitas negara tetap terjaga dari gangguan eksternal. Personel Brimob berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat, Bapak Idris, seraya menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap aksi radikalisme yang sering kali menggunakan sentimen agama sebagai media penyebaran informasi menyesatkan. Petugas mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya dan tetap menjaga persatuan di lingkungan kerja maupun tempat tinggal.

Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa deteksi dini melalui patroli dialogis adalah kunci menjaga kondusifitas daerah dari ancaman ideologi berbahaya. “Kami berkomitmen untuk terus menjadi benteng masyarakat dalam menangkal radikalisme. Penting bagi setiap personel untuk menjadi influencer perdamaian yang mampu mengedukasi warga agar lebih kritis dalam menyaring informasi. Jangan beri ruang sedikit pun bagi paham yang ingin memecah belah bangsa,” tegas Kombes Pol. Andy Rifai dalam arahannya.

Apresiasi positif datang dari Bapak Imron selaku pekerja di Dermaga Tepian Teratai yang menerima edukasi langsung dari petugas di lapangan. Ia menyatakan bahwa kehadiran Brimob memberikan rasa aman serta pemahaman baru mengenai bahaya radikalisme yang selama ini jarang diperhatikan secara mendalam. “Kehadiran bapak-bapak Brimob di sini sangat bermanfaat. Kami jadi lebih paham untuk tidak sembarangan percaya pada ajaran-ajaran yang mencurigakan dan tahu harus melapor ke mana jika ada hal yang aneh di dermaga,” ungkapnya di sela-sela aktivitas kerja.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *