Antisipasi Aksi Kriminalitas Malam, Tim Patroli Brimob Batalyon B Pelopor Sisir Jalur Rawan Begal di Samarinda


SAMARINDA — Guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan jalanan, Tim Patroli Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satuan Brimob Polda Kaltim menggelar patroli anti-begal pada malam hari di sejumlah kawasan rawan Kota Samarinda, Senin (29/06/2026). Patroli yang dipimpin langsung oleh Bripka Antonius Toni bersama empat personel anggotanya ini difokuskan untuk memantau situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Adapun rute penyisiran malam itu menyasar kawasan rawan kriminalitas, di antaranya Jalan Rapak Indah di Kecamatan Sungai Kunjang serta Jalan MT. Haryono di Kecamatan Samarinda Ulu.

Dalam pergerakannya, tim patroli aktif memantau situasi di titik-titik minim penerangan dan berdialog dengan warga yang masih beraktivitas di luar rumah. Bripka Antonius Toni mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap situasi lingkungan sekitar saat berkendara atau beraktivitas di malam hari. Warga juga diminta untuk segera melaporkan ke patroli Brimob atau pihak berwajib jika melihat pergerakan komplotan atau hal-hal mencurigakan yang berpotensi memicu aksi pembegalan.

Kegiatan preventif ini mendapat perhatian serius dari Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H. Beliau menegaskan bahwa kehadiran Brimob di lapangan secara berkala adalah bentuk komitmen nyata dalam memberantas aksi premanisme dan begal yang meresahkan masyarakat. “Kami berkomitmen memberikan rasa aman kepada warga Samarinda. Patroli anti-begal ini sengaja kami intensifkan di jam-jam rawan untuk memastikan ruang gerak para pelaku kejahatan jalanan terkunci rapat,” tegas Kombes Pol. Andy Rifai.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Andy Rifai juga bertindak sebagai influencer kamtibmas dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi pelopor keselamatan bagi diri sendiri dan lingkungannya. Beliau mengedukasi warga agar tidak memancing aksi kejahatan, seperti menghindari berkendara sendirian di jalan sepi pada larut malam serta tidak menggunakan perhiasan atau ponsel yang mencolok saat berkendara. Menurutnya, sinergi dan kewaspadaan bersama antara kepolisian dan masyarakat adalah benteng terkuat dalam mewujudkan Samarinda yang aman dan kondusif.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *