BALIKPAPAN – Personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim turut serta dalam Pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026 yang digelar pada Sabtu (25/07/2026) dini hari mulai pukul 00.00 WITA hingga selesai. Berlokasi di Hotel Seven Six, penertiban dan pemeriksaan ini dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, S.SOS., S.I.K., M.KRIM. Operasi kewilayahan ini ditujukan untuk memberantas peredaran gelap narkotika serta menjaga kondusivitas keamanan di tempat hiburan dan penginapan wilayah Kalimantan Timur.
Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Ronny Suseno, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa keterlibatan Detasemen Gegana dalam Operasi Antik Mahakam 2026 merupakan komitmen tegas kepolisian dalam mengikis habis peredaran narkoba. “Kehadiran personel Detasemen Gegana untuk membackup penuh jalannya operasi ini guna memastikan setiap tindakan hukum berjalan aman, terukur, dan kondusif. Kita tidak memberikan ruang bagi peredaran gelap narkotika yang dapat merusak masa depan generasi bangsa di wilayah hukum Polda Kaltim,” tegas Kombes Pol. Ronny Suseno.
Kabag Ops Satbrimob Polda Kaltim, AKP Nugroho Widihyanto, S.H., M.H., menambahkan bahwa jajaran personel yang diturunkan di lapangan senantiasa mengedepankan prosedur operasional standar serta kesiapsiagaan tinggi. “Pelaksanaan razia dan pemeriksaan di Hotel Seven Six berjalan dengan ketat namun tetap mengutamakan pendekatan humanis dan profesional. Langkah represif sekaligus preventif melalui Ops Antik ini sangat penting untuk menekan potensi tindak penyalahgunaan narkoba di area publik maupun pusat penginapan,” jelas AKP Nugroho Widihyanto.
Hingga seluruh rangkaian kegiatan penertiban Operasi Antik Mahakam 2026 selesai dilaksanakan, situasi di lokasi Hotel Seven Six dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim berkomitmen untuk terus mendukung penuh penegakan hukum dan menjaga stabilitas kamtibmas demi mewujudkan wilayah Kaltim yang bersih dari narkoba, sejalan dengan nilai “Gegana Presisi Mengamankan Negara Menuju Indonesia Maju.”
