BALIKPAPAN – Personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Kaltim kembali melaksanakan patroli rutin di sejumlah tempat ibadah di Kota Balikpapan guna memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif. Pada Minggu pagi, 26 April 2026, tim yang dipimpin oleh Bripka Efendi mulai bergerak sejak pukul 08.00 WITA menyambangi beberapa titik gereja besar. Fokus patroli kali ini meliputi GPIB Syaloom, Gereja Santo Martinus, dan Bethany Balikpapan. Kehadiran personel di lokasi-lokasi tersebut bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada ratusan jemaat yang sedang melaksanakan ibadah Minggu pagi.
Dalam rangkaian patroli ini, petugas melakukan pemantauan ketat di sekitar area gereja dan berkoordinasi dengan pihak pengamanan internal gereja. Di GPIB Syaloom, kegiatan ibadah dipimpin oleh Pdt. Andreas dengan jumlah jemaat mencapai 150 orang, sementara di Gereja Santo Martinus yang dipimpin Pastur Cahyo, jumlah jemaat terpantau mencapai 800 orang. Selanjutnya, tim juga menyambangi Gereja Bethany yang dihadiri sekitar 300 jemaat di bawah pimpinan Pdt. Marcel Kanon. Melalui pendekatan yang humanis, personel memastikan seluruh rangkaian peribadatan berjalan lancar tanpa adanya gangguan keamanan.
Dansat Brimob Polda Kaltim, Kombes Pol. Andy Rifai, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa patroli tempat ibadah merupakan wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin kebebasan beragama. “Detasemen Gegana kami terjunkan untuk memberikan jaminan keamanan maksimal agar saudara-saudara kita dapat beribadah dengan tenang dan khidmat. Kami berkomitmen untuk selalu menjaga nilai-nilai toleransi dan harmoni di wilayah Kalimantan Timur melalui pengamanan preventif yang terukur di setiap objek vital, termasuk tempat peribadatan,” ujar Kombes Pol. Andy Rifai.
Senada dengan hal tersebut, Kabag Ops Satbrimob Polda Kaltim, AKP Nugroho Widihyanto, S.H., M.H., menambahkan bahwa strategi patroli ini dilakukan untuk memetakan kerawanan serta memberikan respons cepat jika terjadi kendala di lapangan. “Kami memastikan setiap personel di lapangan tetap waspada dan mengedepankan sikap humanis saat berinteraksi dengan jemaat maupun para tokoh agama. Hingga ibadah selesai, situasi di seluruh gereja sasaran dilaporkan aman dan terkendali. Kerja sama yang baik antara petugas dan pengurus gereja menjadi kunci suksesnya pengamanan hari ini,” pungkas AKP Nugroho Widihyanto.
